Biografi Samuel Morse - Penemu Telegraf Tistrik

Biografi Samuel Morse - Penemu Telegraf Tistrik

Samuel Finley Breese Morse adalah seorang penemu asal Amerika Serikat. Morse juga pelukis, namun ia lebih terkenal atas penemuan telegraf listrik. Bersama dengan asistennya Alexander Bain ia menciptakan alfabet khusus untuk digunakan di telegraf, yang disebut kode Morse.

Samuel Morse
Ide tercetusnya sebuah  telegrafi elektrik Ia dapatkan ketika melihat seorang penumpang di kapal yang ia tumpangi memperagakan elektromagnet. Penemu kelahiran Charlestown, Massachusetts, Amerika Serikat, 27 April 1791 ini memproduksi telegraf listrik pertama yang berguna pada tahun 1835.

Pada tahun 1843 ia memperoleh 30.000 dolar Amerika dari Kongres untuk jalur eksperimen dari Washington, D.C. ke Baltimore dan pada tanggal 24 Mei 1844 ia mengirimkan pesan pertama melalui telegrafi Amerika, dari Washington ke Baltimore, dengan kode Morse: "What hath God wrought", kata-kata dalam pesan itu adalah, "Apakah yang telah Tuhan tulis?"

Morse hidup sampai usia lanjut. Ia sempat menyaksikan saluran telegraf dipasang di seluruh bagian dunia termasuk kabel-kabel bawah laut. Pada ulang tahunnya yang ke delapan puluh. Sebuah patung dirinya diresmikan di Central Park, New York sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Setahun setelah itu ia meninggal di New York City, New York, Amerika Serikat, 2 April 1872 pada umur 80 tahun.
Read More
Sejarah Penemuan Higrometer

Sejarah Penemuan Higrometer


Higrometer adalah sejenis alat untuk mengukur tingkat kelembaban pada suatu tempat. Biasanya alat ini ditempatkan di dalam bekas (container) penyimpanan barang yang memerlukan tahap kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera. Kelembaban yang rendah akan mencegah pertumbuhan jamur yang menjadi musuh pada peralatan tersebut.

Higrometer juga banyak dipakai di ruangan pengukuran dan instrumentasi untuk menjaga kelembapan udara yang berpengaruh terhadap keakuratan alat-alat pengukuran.

Kini Higrometer banyak dipakai untuk pengukur kelembaban ruangan pada budidaya jamur, kandang reptil, sarang burung walet maupun untuk pengukuran kelembaban pada penetasan telur
Higrometer portabel manual
Higrometer portabel manual

Sejarah Penemuan Higrometer

Leonardo da Vinci membangun hygrometer mentah pertama di tahun 1400-an. Francesco Folli menemukan hygrometer yang lebih praktis pada 1664.
Pada tahun 1783, fisikawan Swiss dan ahli geologi, Horace Bénédict de Saussure membangun hygrometer pertama menggunakan rambut manusia untuk mengukur kelembapan.

Penemuan ini disebut hygrometer mekanik, berdasarkan prinsip bahwa zat organik (rambut manusia) berkontraksi dan meluas sebagai respons terhadap kelembaban relatif. Kontraksi dan ekspansi menggerakkan jarum pengukur.

Penemu Hygrometer lainnya

Robert Hooke : Pada abad ke-17 Sir Isaac Newton menemukan atau meningkatkan sejumlah instrumen meteorologi seperti barometer dan anemometer. Hygrometer-nya, yang dianggap sebagai hygrometer mekanik pertama, menggunakan sekam gandum, yang ia catat meringkuk dan mengernyit tergantung pada kelembaban udara.

Baca juga:

John Frederic Daniell : Pada tahun 1820, ahli kimia dan meteorologi Inggris, John Frederic menemukan hygrometer titik embun, yang digunakan secara luas untuk mengukur suhu di mana udara lembab mencapai titik jenuh. Daniel terkenal karena menciptakan sel Daniell, peningkatan atas sel volta yang digunakan dalam sejarah awal pengembangan baterai.
Read More
Pirometer: Pengertian, Prinsip Kerja, Sejarah & Penemuan

Pirometer: Pengertian, Prinsip Kerja, Sejarah & Penemuan

Dikutip dari http://blog.unnes.ac.id/antosupri/pengertian-dasar-infrared-pyrometer/, Pirometer inframerah (Infrared pyrometer) adalah sensor suhu yang dapat mengukur suhu dari jarak jauh tanpa melakukan kontak langsung dengan objek yang akan diukur. Infrared pyrometer merupakan device pengukur suhu yang juga biasa disebut sebagai termometer radiasi termal. Sensor ini menggunakan cahaya inframerah untuk mengukur atau mendeteksi radiasi panas (thermal) benda.

Pirometer optik
Pirometer optik
Pirometer inframerah/ infrared pyrometer menentukan suhu objek dengan cara mengetahui radiasi termal (terkadang disebut radiasi hitam) yang dipancarkan oleh objek tersebut. Benda atau material apapun yang memiliki suhu mutlak diatas nol, akan memiliki molekul yang selalu aktif bergerak. Semakin tinggi suhu maka pergerakan molekul akan semakin cepat. Ketika bergerak, molekul akan memancarkan radiasi inframerah, yang merupakan jenis radiasi elektromagnetik di bawah spektrum cahaya.  Saat suhu objek meningkat atau menjadi lebih panas, maka radiasi inframerah yang dipancarkannya pun akan meningkat, bahkan inframerah yang dipancarkan juga akan bisa menampakkan cahaya jika suhu benda tersebut sangat tinggi.


Sejarah Penemuan

Tukang tembikar Josiah Wedgwood menemukan pirometer pertama untuk mengukur suhu dalam kilnnya, yang pertama membandingkan warna tanah liat yang ditembakkan pada suhu yang diketahui, tetapi akhirnya ditingkatkan untuk mengukur penyusutan potongan-potongan tanah liat, yang bergantung pada suhu kiln. Contoh-contoh belakangan menggunakan perluasan batang logam.

Pirometer tahun 1852
Pirometer tahun 1852
Disappearing filament pyrometer pertama dibuat oleh L. Holborn dan F. Kurlbaum pada tahun 1901. Alat ini memiliki filamen elektrik tipis antara mata pengamat dan objek pijar. Arus yang melalui filamen telah disesuaikan sampai warna yang sama (dan karenanya suhu) sebagai objek, dan tidak lagi terlihat; itu dikalibrasi untuk memungkinkan suhu disimpulkan dari arus.

Suhu yang dikembalikan oleh Disappearing filament pyrometer dan yang lain dari jenisnya, yang disebut kecerahan pirometer, tergantung pada emisivitas objek. Dengan penggunaan piramid kecerahan yang lebih besar, menjadi jelas bahwa masalah muncul dengan mengandalkan pengetahuan tentang nilai emisivitas. Emisivitas ditemukan berubah, sering secara drastis, dengan kekasaran permukaan, komposisi massa dan permukaan, dan bahkan suhu itu sendiri.

Untuk mengatasi kesulitan ini, rasio atau pirometer dua warna dikembangkan. Mereka bergantung pada fakta bahwa Hukum Planck, yang menghubungkan suhu dengan intensitas radiasi yang dipancarkan pada panjang gelombang individu, dapat dipecahkan untuk suhu jika pernyataan Planc tentang intensitas pada dua panjang gelombang yang berbeda dibagi. Solusi ini mengasumsikan bahwa emisivitas sama pada kedua panjang gelombang dan membatalkan pembagian. Ini dikenal sebagai asumsi tubuh abu - abu. Rasio pirometer pada dasarnya dua pirometer kecerahan dalam satu instrumen. Prinsip-prinsip operasional rasio pirometer dikembangkan pada 1920-an dan 1930-an, dan mereka tersedia secara komersial pada tahun 1939.
Read More
Sejarah Penemuan Thermistor

Sejarah Penemuan Thermistor

Termistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).

Thermistor / Termistor
Termistor NTC pertama ditemukan pada tahun 1833 oleh ilmuwan Inggris yang mendapat julukan "Bapak Listrik" bernama Michael Faraday, ia melaporkan perilaku semikonduktor perak sulfida. Faraday memperhatikan bahwa ketahanan perak sulfida menurun secara dramatis ketika suhu meningkat. (Ini juga pengamatan pertama yang didokumentasikan dari bahan semikonduktor.) (Baca juga: "Penemu listrik - Michael Faraday")

Michael Faraday
Michael Faraday
Karena termistor awal sulit untuk diproduksi dan aplikasi untuk teknologi terbatas, produksi komersial dari thermistors tidak dimulai sampai 1930-an. Termistor yang dapat ditemukan secara komersial diciptakan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930.

Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya.
Read More
Sejarah Penemuan Sextan

Sejarah Penemuan Sextan

Sextant atau Oktan, adalah alat navigasi di laut yang digunakan untuk mengukur ketinggian benda-benda langit di atas cakrawala agar dapat menentukan posisi kapal.

Dua orang independen mengembangkan oktan sekitar 1730: John Hadley (1682-1744), seorang matematikawan Inggris, dan Thomas Godfrey (1704-1749), seorang tukang kaca di Philadelphia. Meskipun keduanya memiliki klaim yang sah dan setara untuk penemuan ini, Hadley umumnya mendapat bagian yang lebih besar dari kredit. Ini mencerminkan peran sentral yang dimainkan London dan Royal Society dalam sejarah instrumen ilmiah pada abad ke-18.

Sextan
Dua orang lain yang menciptakan oktan selama periode ini adalah Caleb Smith, broker asuransi Inggris dengan minat yang kuat dalam astronomi (pada 1734), dan Jean-Paul Fouchy, seorang profesor matematika dan astronom di Perancis (pada 1732).

Hadley menghasilkan dua versi dari kuadran yang mencerminkan. Hanya yang kedua yang terkenal dan merupakan oktan yang akrab.
Read More
Biografi Samuel Thomas von Sömmerring - Penemu Telegraf Pertamakali

Biografi Samuel Thomas von Sömmerring - Penemu Telegraf Pertamakali

Mungkin Anda telah sering mendengar atau membaca di literatur lain bahwa penemu telegraf pertama adalah Samuel Morse pada 1837, namun setelah Saya baca di Wikipedia ternyata penemu Telegraf pertama adalah Samuel Thomas von Sömmering pada tahun 1809. Hal tersebut terjadi mungkin karena Samuel Morse telah membuat mesin telegraf elektrik dan Kode morse. Siapakah Samuel Thomas von Sömmerring? Bagaimana ia menemukan Telegraf pertamakalinya?


Sejarah penemuan Telegraf

Telegraf elektrik pertama kali ditemukan oleh Samuel Thomas von Sömmering pada tahun 1809. Kemudian pada tahun 1832, Baron Schilling membuat telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Weber merupakan orang pertama yang menggunakan telegraf elektrik untuk alat komunikasi tetap pada tahun 1833 di Göttingen. Telegraf komersil pertama dibuat oleh William Fothergill Cooke dan dipasarkan pada Great Western Railway di Inggris. Telegraf ini dipatenkan di Inggris pada tahun 1837. Telegram ini dikirimkan pada jarak 13 mil/21 km dari stasiun Paddington ke West Drayton dan mulai dioperasikan pada tanggal 9 April 1839.

Pada tahun 1843, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Bain, menemukan sebuah alat yang bisa dikatakan merupakan sebuah mesin faksimil pertama. Ia menyebut penemuannya ini dengan “recording telegraph” (teleraf perekam). Telegraf yang ditemukan Bain ini mampu mengirimkan gambar menggunakan kawat elektrik. Pada tahun 1855, seorang biarawan Italia, Giovanni Caselli, juga membuat sebuah telegraf elektrik yang dapat mengirimkan pesan. Caselli menamai penemuannya ini dengan “Pantelegraf”. Pantelegraf telah sukses digunakan dan diterima sebagai saluran telegraf antara kota Paris dan Lyon.

Sebuah telegraf elektrik, pertama kali dengan bebas ditemukan dan dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1837 oleh Samuel F. B. Morse. Asistennya, Alfred Vail, membuat kode morse yang menyimbolkan huruf dengan Morse. Telegraf Amerika pertama dikirimkan oleh Morse pada tanggal 6 Januari 1838 melalui 2 mil / 3 km kawat di Speedwell Ironworks dekat Morristown, New Jersey. Pesannya dibaca "Seorang penunggu yang sabar bukanlah pecundang" (A patient waiter is no loser) dan pada tanggal 24 Mei 1844, ia mengirim sebuah pesan “Apa yang telah Tuhan ciptakan" (What hath God wrought) dari the Old Supreme Court Chamber di Gedung DPR di Washington kepada Mt. Clare Depot di Baltimore. Morse / Vail telegraf dengan cepat disebarkan pada 2 dasawarsa berikutnya.


Samuel Thomas von Sömmerring

Samuel Thomas von Sömmerring
Samuel Thomas von Sömmerring (28 Januari 1755 - 2 Maret 1830) adalah seorang dokter Jerman, ahli anatomi, antropolog, ahli paleontologi, dan penemu. Sömmerring menemukan makula di retina mata manusia. Investasinya pada otak dan sistem saraf, pada organ indera, pada embrio dan malformasi, pada struktur paru - paru, dll, membuatnya menjadi salah satu anatomi Jerman yang paling penting.

Selain itu, Sömmerring adalah seorang penemu yang sangat kreatif. Ia merancang teleskop untuk pengamatan astronomi dan telegraf listrik pada tahun 1809. Dia bekerja pada penyempurnaan anggur, bintik matahari dan banyak hal lain yang beragam. Pada tahun 1811 ia mengembangkan sistem telegraf pertama di Bavaria, yang sekarang ini bertempat di Museum Sains Jerman di Munich. Pada tahun 1823, ia terpilih sebagai anggota asing dari Royal Swedish Academy of Sciences.

Sömmering menikah dengan Margarethe Elizabeth Grunelius (almarhum 1802), dan memiliki seorang putra, Dietmar William, dan seorang putri, Susanne Katharina. Karena cuaca buruk, Sömmering meninggalkan Munich pada tahun 1820 dan kembali ke Frankfurt, di mana dia meninggal pada tahun 1830. Ia dimakamkan di pemakaman utama kota.


Telegraf karya Samuel Thomas von Sömmerring

Telegraf  Samuel Thomas von Sömmerring
Telegraf karya Samuel Thomas von Sömmerring
Pada tahun 1808-10 sebuah sistem telegraf yang rumit berdasarkan arus elektrokimia dirancang dan didemonstrasikan Akademi Sains Munich oleh Samuel Thomas von Sömmering (1755-1830). demonstrasi ini ditugaskan oleh Margrave Leopold dari Bavaria, sekutu Napoleon.

Telegraf von Soemmerring terdiri dari tiga puluh lima kawat, satu untuk setiap huruf alfabet dan satu untuk setiap angka. Pada ujung transmisi sistemnya, disediakan pengaturan untuk melewatkan arus dari "voltanic pile"(tumpukan voltan) melalui salah satu kabel sinyal. Pada ujung penerima setiap kawat terhubung ke salah satu dari tiga puluh lima rangkaian elektroda yang dicelupkan ke dalam penangas asam. Penyelesaian rangkaian menyebabkan evolusi gelembung hidrogen di elektroda sesuai dengan huruf atau angka tertentu.

"... Sambil belajar teknik dari Francisco Salva, yang telah mengembangkan instrumen serupa pada 1804 di Barcelona. Sömmering menggunakan baterai yang lebih kuat dan dengan demikian dapat mengirim lebih 3,5 kilometer. Salvas telegraf menggunakan kabel listrik untuk setiap huruf. Setiap kabel terhubung ke elektroda yang direndam dalam tabung gelas berisi asam, elektroda kedua dihubungkan ke kabel kembali. Ketika Salva mengirim curent listrik sepanjang kabel tertentu, itu menyebabkan elektrolisis di ujung yang lain: Ini dilepaskan. gelembung gas di tabung yang menunjukkan huruf mana yang dimaksud. ... "


Sumber:
  • http://people.seas.harvard.edu/~jones/history/images/history/von_Soem.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Samuel_Morse
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Samuel_Thomas_von_Sömmerring
Read More
Nama Penemu Alat Komunikasi Beserta Tahunnya

Nama Penemu Alat Komunikasi Beserta Tahunnya

Alat komunikasi adalah semua media yang digunakan untuk menyebarkan atau menyampaikan informasi, baik itu informasi kepada satu orang saja atau kepada banyak orang. Alat komunikasi ini juga bukan hanya menyampaikan informasi saja tetapi juga menghasilkan informasi.

Dari zaman ke zaman manusia telah mengembangkan berbagai alat komunikasi, dari mulai yang tradisional hingga yang moderen. Di bawah ini kami rangkum beberapa tokoh penemu alat komunikasi beserta profil singkat penemunya:
Alat Komunikasi

  1. Samuel Thomas von Sömmerring 1809, Penemu awal Telegraf
  2. Samuel Finley Breese Morse 1837, Penemu Telegram
  3. Alexander Bain 1843, Penemu Mesin Fax
  4. Alexander Graham Bell 1876, Penemu Telepon kabel (versi lama)
  5. Antonio Meucci 1849, Penemu Telepon kabel (versi baru 2002)
  6. Martin Cooper 1973, Penemu Telepon genggam
  7. Edward Howard Armstrong,  penemu gelombang radio 
  8. Guglielmo Marconi 1896, Penemu Radio
  9.  John Logie Baird 1927, Penemu Televisi
  10. Charles Babbage, Penemu komputer yang dapat diprogram. 
  11. Leonard Kleinrock, Bapak internet alias penemu internet
Read More
Pememu Opisometer - Russell E. Morris

Pememu Opisometer - Russell E. Morris

Opisometer
Opisometer, juga disebut curvimeter, meilograph, atau pengukur peta, adalah instrumen untuk mengukur panjang garis lengkung yang berubah-ubah. Sebuah opisometer sederhana terdiri dari roda bergigi lingkar yang diketahui pada pegangan.

Versi awal instrumen ini dipatenkan pada tahun 1873 oleh insinyur Inggris Edward Russell Morris. Instrumen-instrumen yang ia hasilkan awalnya digambarkan sebagai Patent Chartometer meskipun versi-versi belakangan dijual dengan nama Wealemefna.

Pada tahun 1881 Morris menulis tentang gambaran bagaimana ia telah menciptakan sebuah nama yang sepenuhnya asli dalam upaya untuk mengecoh para penirunya; dia juga menolak untuk mengungkapkan asal kata.
Read More
Penemu Odometer - Benjamin Franklin

Penemu Odometer - Benjamin Franklin

Odometer
Odometer adalah sebuah alat sebagai penunjuk Jarak Tempuh Kendaraan. Odometer digunakan juga untuk mengetahui kapan waktunya mengganti oli. Cara bekerjanya secara mekanik atau elektronik. Apabila odometer dalam satuan KM/H, maka angka odometer yang ditunjukkan berupa jarak dalam satuan KM.

Biasanya odometer sering dikaitkan untuk menentukan kendaraan tersebut jarang digunakan atau sering digunakan pada saat kita akan membeli mobil atau motor bekas.

Benjamin Franklin adalah pengarang, politikus, ilmuwan, diplomat dan penemu yang penemuannya membuka pengertian yang lebih dalam pada bidang kelistrikan. Dia menemukan penangkal petir, kacamata, odometer dan peralatan musik.

Benjamin Franklin adalah seorang tokoh Amerika Serikat yang terkenal dan telah meninggalkan banyak karya di dalam hidupnya. Franklin adalah orang dengan banyak jenis pekerjaan dan keahlian.

(Baca selengkapnya di: "Biografi Benjamin Franklin")
Read More