Profil Charles Hatfield - Pembuat Hujan yang Membawa Petaka

Charles Hatfield adalah seorang peramal cuaca (pawang hujan) Amerika yang mendapatkan popularitas karena kemampuannya membuat hujan. Karena kepiawaiannya tersebut, dia dipekerjakan oleh pejabat pemerintah untuk menghasilkan hujan untuk mengisi bendungan.

Profil Charles Hatfield - Pembuat Hujan yang Membawa Petaka
Foto: Charles sedang mencampur bahan kimia pembuat hujan

Charles dikenal sebagai ‘Akselerator Kelembapan’, ia memulai eksperimen pertamanya di dapur sebuah perternakan California. Dia memiliki campuran bahan kimianya dalam tangki penguapan galvanis besar yang diyakininya dapat menarik hujan.

Charles Hatfield berhasil menemukan sebuah campuran bahan kimia yang efektif dalam mendatangkan cuaca, dan resmi menjual jasanya kepada para petani pada tahun yang sama. Produk inilah yang membuat namanya dikenal sebagai pembawa hujan.

Kepada para pembeli, Hatfield memberi jaminan bahwa hujan akan turun dalam waktu tiga jam hingga lima hari setelah ramuan kimianya dilepaskan.

Untuk jasanya, Hatfield memasang harga sebesar 50 dollar per hujan yang akan ditagih setelah ia berhasil melaksanakan tugasnya.

Aksi yang jarang didengar itu menjadi sorotan dari media massa. Reputasinya menjadi sangat tinggi hanya dalam satu tahun. Pada 1905, ia menaikkan upahnya secara drastis, yaitu 1000 dollar untuk satu pekerjaan.


Petakapun terjadi

Pada tahun 1916, dia dibayar $10.000 oleh dewan kota San Diego untuk menghasilkan hujan yang akan mengisi waduk Bendungan Morena. Tugas Hatfield adalah mengisi waduk dan menyediakan hujan hingga 50 inci.

Sebagai persiapan, Hatfield dan kedua saudara prianya memulai proses. Mereka membangun sebuah menara di dekat waduk, mencampurkan bahan kimia, dan melepaskannya ke udara. Seperti yang dijanjikan, hujan datang lima hari kemudian.

Sayangnya, Hatfield tidak tahu cara menghentikannya. Saking banyaknya air-air yang memenuhi, bendungan dan waduk di kota itu rusak, dan mengakibatkan banjir, menghanyutkan peternakan dan bahkan rumah.

Ketenaran Charles yang sangat terkenal berubah menjadi bencana setelah dia "membuat" hujan yang membanjiri kota yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Laporan resmi menyatakan bahwa sekitar 22 orang meninggal, namun diduga bahwa jumlah korban jiwa mencapai 50 orang.

Selain itu, kerusakan juga menelan biaya yang tidak main-main, di antaranya 1,5 juta dolar yang disebabkan dampak kepada tanah agrikultur.

Meskipun begitu, kota tersebut masih berhutang sebanyak 10 ribu kepada Hatfield. Setelah membawa kasus tersebut ke pengadilan karena tidak mendapat bayaran, ia menelan kekalahan dan pergi tanpa menerima satu sen pun. (Sumber: Daily Beast)