Daftar Tokoh Penemu Unsur Kimia

Tabel Periodik Unsur unsur Kimia
Tabel Periodik Unsur unsur Kimia
Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Unsur merupakan suatu zat yang hanya mengandung satu jenis atom.

Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Dapat dikatakan bahwa unsur adalah atom itu sendiri. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.

Penemuan unsur kimia yang diketahui sekarang ditampilkan secara kronologis di sini. Unsur kimia yang ditampilkan umumnya berdasarkan urutan tiap-tiap unsur tersebut pertama kali dinyatakan sebagai unsur murni, karena tanggal persis penemuan sebagian besar unsur tidak dapat secara akurat ditentukan. Beberapa unsur-unsur pertama tidak memiliki catatan tertulis. (Klik nama penemu untuk mengetahui profil, biodata, biografi serta proses penemuannya)
NamaTahun/Abad ditemukanPenemu
Carbonzaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Perakzaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Tembagazaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Sulfurzaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Timahzaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Emaszaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Timbalzaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Besizaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Raksazaman dulu (Masa purbakala)Tidak diketahui
Arsen1250 (Abad ke-13)Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang memisahkan unsur ini.
Antimon1450 (Abad ke-15)Pertama kali diuraikan secara ilmiah oleh Tholden
BismutAbad ke 15?Mungkin telah dijelaskan dalam tulisan dikaitkan dengan Basil Valentinus, definitif diidentifikasi oleh Claude François Geoffroy pada 1753
Zinc1526 (Abad ke-16)Diidentifikasi sebagai logam unik oleh Paracelsus. Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam Zinc/seng murni pada tahun 1746. 
Fosfor1669 (Abad ke-17)Ditemukan oleh Hennig Brand, namun baru diuraikan oleh Robert Boyle
Kobalt1732 (Abad ke-18)Georg Brandt
Platinumca. 1741 (Abad ke-18)Ditemukan secara tepisah oleh Antonio de Ulloa (dipublikasikan tahun 1748) dan Charles Wood. Namun sejak abad ke 16 telah diketahui di Amerika Selatan pada tambang biji emas.
Nikel1751(Abad ke-18)Axel Fredrik Cronstedt
Magnesium1755 (Abad ke-18)Joseph Black
Hidrogen1766 (Abad ke-18)Dipisahkan dan diuraikan oleh Henry Cavendish, namun baru diberi nama oleh Antoine Lavoisier
Oksigen1771 (Abad ke-18)Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774.
Nitrogen1772 (Abad ke-18)Daniel Rutherford
Klor1774 (Abad ke-18)Carl Wilhelm Scheele
Mangan1774 (Abad ke-18)Ignatius Gottfried Kaim, Dalam disertasinya De metallis dubiis yang terbit tahun 1770 ia menggambarkan reduksi oksida mangan dengan karbon dan pembentukan logam yang rapuh.

Sintesis Johan Gottlieb Gahn pada tahun 1774, Mangan dioksida dapat dikurangi menjadi logam mangan yang menggunakan karbon, Gahn menjadi ilmuwan pertama yang mengisolasi unsur ini dalam bentuk logamnya.
Molibdenum1778 (Abad ke-18)Carl Wilhelm Scheele
Telurium1782 (Abad ke-18)Franz-Joseph Müller von Reichenstein
Wolfram1783 (Abad ke-18)Juan José Elhuyar dan Fausto Elhuyar
Uranium1789 (Abad ke-18)Martin Heinrich Klaproth, Dinamai Uranium setelah ditemukannya planet baru Uranus
Zirconium1789 (Abad ke-18)Martin Heinrich Klaproth
Wolfram1793 (Abad ke-18)Martin Heinrich Klaproth
Itrium1794 (Abad ke-18)Johan Gadolin
Titanium1797 (Abad ke-18)Martin Heinrich Klaproth
Kromium1797 (Abad ke-18)Louis Nicolas Vauquelin
Beryllium1798 (Abad ke-18)Louis Nicolas Vauquelin
Vanadium1801 (Abad ke-19)Andrés Manuel del Río
Niobium1801 (Abad ke-19)Charles Hatchett. Named columbium by discoverer.
Tantalum1802 (Abad ke-19)Anders Gustaf Ekeberg
Serium1803 (Abad ke-19)Martin Heinrich Klaproth, Jöns Jakob Berzelius dan Hisinger. Dinamai Serium setelah ditemukannya asteroid baru yang bernama Ceres. Ditemukan hampir bersamaan di dua laboratorium, meskipun kemudian menunjukkan bahwa cerium Berzelius dan Hisinger itu sebenarnya merupakan campuran dari cerium, lantanum dan disebut didymium.
Rhodium1803 (Abad ke-19)William Hyde Wollaston
Palladium1803 (Abad ke-19)William Hyde Wollaston, Ryan Lumadue. Dinamai setelah ditemukan asteroid terbaru, Pallas.
Osmium1803 (Abad ke-19)Smithson Tennant
Iridium1803 (Abad ke-19)Smithson Tennant
Potassium1807 (Abad ke-19)Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Sodium1807 (Abad ke-19)Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali; Ditemukan beberapa hari setelah kalium, menggunakan metode yang sama.
Calcium1808 (Abad ke-19)Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Barium1808 (Abad ke--19)Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Boron1808 (Abad ke-19)Joseph Louis Gay-Lussac & Louis-Jacques Thenard
Yodium1811 (Abad ke-19)Bernard Courtois
Lithium1817 (Abad ke-19)Johan August Arfwedson
Cadmium1817 (Abad ke-19)Ditemukan secara simultan pada tahun 1817 oleh Friedrich Stromeyer dan Karl Samuel Leberecht Hermann
Selenium1817 (Abad ke-19)Jöns Jakob Berzelius
Silicon1823 (Abad ke-19)Jöns Jakob Berzelius
Aluminium1825 (Abad ke-19)Hans Christian Ørsted. Mungkin telah diisolasi di zaman Romawi, lihat Sejarah Aluminium.
Brom 1826 (Abad ke-19)Ditemukan secara independen oleh dua ahli kimia Carl Jacob Löwig dan Antoine Jérôme Balard
Thorium1828 (Abad ke-19)Jöns Jakob Berzelius
Lantanum1839-41 (Abad ke-19)Carl Gustaf Mosander. Ditemukan saat Mosander menunjukkan bahwa serium yang diisolasi pada tahun 1803 oleh Berzelius sebenarnya adalah campuran serium, lantanum dan yang disebut didimium..
Terbium1843 (Abad ke-19)Carl Gustaf Mosander
Erbium1843 (Abad ke-19)Carl Gustaf Mosander
Rutenium1844 (Abad ke-19)Karl Klaus
Caesium1860 (Abad ke-19)Robert Bunsen and Gustav Kirchhoff. Pertama kali diidentifikasi dengan garis emisi spektroskopi biru.
Rubidium1860 (Abad ke-19)Robert Bunsen and Gustav Kirchoff. Pertama kali diidentifikasi dengan garis emisi spektroskopi merah.
Talium1861 (Abad ke-19)Ahli kimia William Crookes dan Claude-Auguste Lamy menemukan thallium secara independen pada tahun 1861, dalam residu produksi asam sulfat.
Indium1863 (Abad ke-19)Ferdinand Reich dan Theodor Richter. Pertama diidentifikasi oleh garis emisi spektroskopi indigo-biru.
Helium1868 (Abad ke-19)Secara Independen ditemukan oleh Pierre Jansen dan Norman Lockyer. Pertama kali diidentifikasi oleh para astronom sebagai jalur emisi di spektrum matahari.
Galium1875 (Abad ke-19)Paul Emile Lecoq de Boisbaudran. Telah dipredisksi oleh Mendeleev tahun 1871 sebagai ekaaluminium.
Ytterbium1878 (Abad ke-19)Jean Charles Galissard de Marignac
Thulium1879 (Abad ke-19)Per Teodor Cleve
Skandium1879 (Abad ke-19)Lars Fredrik Nilson. Telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun1871 sebagai ekaboron.
Holmium1879 (Abad ke-19)Marc Delafontaine, Jacques-Louis Soret and Per Teodor Cleve
Samarium1879 (Abad ke-19)Paul Emile Lecoq de Boisbaudran
Gadolinium1880 (Abad ke-19)Jean Charles Galissard de Marignac
Praseodymium1885 (Abad ke-19)Carl Auer von Welsbach. Didimium yang diisolasi oleh Mosander pada tahun 1839 terbukti dua elemen terpisah; Praseodimium dan neodimium.
Neodimium1885 (Abad ke-19)Carl Auer von Welsbach. Didimium yang diisolasi oleh Mosander pada tahun 1839 terbukti dua elemen terpisah; Praseodimium dan neodimium.
Dysprosium1886 (Abad ke-19)Paul Emile Lecoq de Boisbaudran
Germanium1886 (Abad ke-19)Clemens Winkler. Diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871 sebagai ekasilicon.
Fluor1886 (Abad ke-19)Joseph Henri Moissan
Argon1894 (Abad ke-19)Lord Rayleigh & Sir William Ramsay. Ditemukan dengan membandingkan berat molekul nitrogen yang dibuat dengan pencairan dari udara dan nitrogen yang dibuat dengan cara kimia.
Neon1898 (Abad ke-19)Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Kripton1898 (Abad ke-19)Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Xenon1898 (Abad ke-19)Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Radium1898 (Abad ke-19)Pierre Curie and Marie Curie
Polonium1898 (Abad ke-19)Pierre Curie and Marie Curie
Radon1898 (Abad ke-19)Friedrich Ernst Dorn, Yang menyebutnya nitron. Ditemukan sebagai produk peluruhan radioaktif radium.
Actinium1899 (Abad ke-19)André-Louis Debierne
Europium1901 (Abad ke-20)Eugene Demarcay
Lutesium1907 (Abad ke-20)Georges Urbain
Protactinium1917 (Abad ke-20)Kasimir Fajans, O. Göhring, Fredrich Soddy, John Cranston, Lise Meitner and Otto Hahn
Hafnium1923 (Abad ke-20)Dirk Coster and György Hevesy / George de Hevesy
Renium1925 (Abad ke-20)Walter Noddack,  Ida Tacke / Ida Noddack dan Ottto Berg
Teknesium1937 (Abad ke-20)Carlo Perrier and Emilio Segrè First synthetic element discovered. Predicted by Mendeleev in 1871 as ekamanganese.
Fransium1939 (Abad ke-20)Marguerite Perey. Elemen alami terakhir yang ditemukan; semua elemen ditemukan setelah itu sintetis..
Astatin1940 (Abad ke-20)Dale R. Corson, K.R.Mackenzie, Emilio Segrè. Kemudian terjadi secara alami pada qunatitit sangat kecil (<25 gram di kerak bumi).
Neptunium1940 (Abad ke-20)E.M. McMillan & Philip H. Abelson, University of California, Berkeley First transuranium element discovered.
Plutonium1941 (Abad ke-20)Glenn T. Seaborg, Arthur C. Wahl, Joseph W. Kennedy, Emilio Segrè
Curium1944 (Abad ke-20)Glenn T. Seaborg
Americium1944 (Abad ke-20)Glenn T. Seaborg
Promethium1945 (Abad ke-20)Jacob A. Marinsky
Berkelium1949 (Abad ke-20)Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, Kenneth Street Jr.
Californium1950 (Abad ke-20)Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, Kenneth Street Jr.
Einsteinium1952 (Abad ke-20)Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory, and University of California
Fermium1953 (Abad ke-20)Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory, and University of California
Mendelevium1955 (Abad ke-20)Glenn T. Seaborg, Evans G. Valens
Nobelium1958 (Abad ke-20)Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, John R. Walton and Torbørn Sikkeland
Lawrencium1961 (Abad ke-20)Albert Ghiorso, Torbjørn Sikkeland, Almon Larsh and Robert M. Latimer
Rutherfordium1964 (Abad ke-20)Joint Institute for Nuclear Research in Dubna, USSR
Dubnium1970 (Abad ke-20)Albert Ghiorso
Seaborgium1974 (Abad ke-20)Joint Institute for Nuclear Research and University of California, Berkeley
Bohrium1976 (Abad ke-20)Y. Oganessian et al, Dubna and confirmed at GSI (1982)
Meitnerium1982 (Abad ke-20)Peter Armbruster and Gottfried Münzenberg, GSI
Hassium1984 (Abad ke-20)Peter Armbruster and Gottfried Münzenberg
Darmstadtium1994 (Abad ke-20)S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Roentgenium1994 (Abad ke-20)S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Ununbium1996 (Abad ke-20)S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Ununquadium1999 (Abad ke-20)Joint Institute for Nuclear Research in Dubna
Ununhexium2001 (Abad ke-21)Joint Institute for Nuclear Research di Dubna
Ununtrium2004 (Abad ke-21)Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory
Ununpentium2004 (Abad ke-21)Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory
Ununoctium2006 (Abad ke-21)Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory
Sumber